Indikator penilaian dalam administrasi pembelajaran dilakukan untuk mengevaluasi sebuah proses pembelajaran yang tindak lanjutnya dijadikan dasar pijakan dalam membuat keputusan perbaikan yang akan dilakukan, indikator penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator (indikator pencapaian kompetensi). Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman penilaian bagi guru, peserta didik maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah oleh warga sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian

Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut agar persyaratan penilaian dalam kegiatan pembelajaran bisa dipelajari oleh siapapun yang berkaitan maupun berkepentingan atas hasil penialaian tersebut indicator ttersebut meliputi beberapa hal antara lain:

1.Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
2.Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.
3.Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
4.Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.
5.Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
6.Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari aspek mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada dokumen standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-masing mata pelajaran.

Karakteristik sekolah dan daerah menjadi acuan dalam pengembangan indikator karena target pencapaian sekolah tidak sama. Sekolah kategori tertentu yang melebihi standar minimal dapat mengembangkan indikator lebih tinggi. Termasuk sekolah bertaraf internasional dapat mengembangkan indikator dari SK dan KD dengan mengkaji tuntutan kompetensi sesuai rujukan standar internasional yang digunakan. Sekolah dengan keunggulan tertentu juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan indikator.

Perumusan indicator penilaian dalam administrasi pembelajaran akan mempermudah bagi guru dalam menentukan indicator yang menjadi acuan penilaian, untuk hal seperti ini mempersiapkan indicator yang ingin dicapai harus secara tertulis tercantum dalam perangkat administrasi yang digunakan,beberapa contoh indicator penilaian dalam administrasi pembelajaran dapat dilihat dan dijadikan rujukan dengan mempelajari terlebih dahulu seperti pada perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh tim dari diva pendidikan,silahkan melakukan pemesanan melalui toko online diva pendidikan yang memberikan jasa dan layanan penyusunan perangkat administrasi pembelajaran.