Guru inspiratif melalui administrasi pembelajaran adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh guru untuk memposisikan dirinya sebagai teladan bagi anak didiknya juga menjadi inspirasi atas prilaku yang dilakukan anak,memberikan teladan yang baik adalah dengan menunjukan sikap dan prilaku guru dalam menghadapi seorang anak dengan menghadirkan hati dalam setiap gerak dan pendekatan yang dilakukan karena segala sesuatu yang didasari dari hati maka akan mudah diterima kembali oleh hati, ada baiknya kita renungkan sebuah kata inspiratip dari William A Ward yang mengatakan � Guru yang biasa-biasa saja hanya member tahu, Guru yang baik menjelaskan, Guru yang bagus menunjukan cara,sedangkan guru yang luar biasa adalah yang menginspirasi murid-muridnya�. Kata-kata ini masih sangat relepan untuk dijadikan peganmgan oleh para guru dimanapun dan sampai kapanpun.

Dalam menyusun administarsi pembelajaran nilai-nilai inspirasi yang ingin ditanamkan dapat dituangkan secara jelas dan spesifik untuk bisa diraih,ketika dalam proses interaksi pembelajaran nilai-nilai ini akan menjiwai dalam setiap hal yang disampaikan terhadap murid,dengan kata lain ketika seorang guru mendidik seorang anak ia menyadari sepenuhnya bahwa hanya bentuk phisik saja mereka kecil tetapi jiwa yang mereka miliki adalah sama dengan manusia dewasa manapun yang mempunyai potensi jiwa yang luar biasa dan di dalam jiwa tersebut ada potensi kebaikan dan keburukan. Tanggung jawab guru adalah menyuburkan potensi kebaikan yang dimiliki sang anak tumbuh dengan baik serta meredam potensi keburukan yang ada pada dirinya.

Dalam berbagai agama dan system nilai yang ada di dunia ini keberadaan jiwa atau ruhani atau disebut juga ruh menjadi potensi dan peran yang paling dominan dalam prilaku dan kebudayaan manusia,dengan menjadi guru yang menginspirasi pendekatan kejiwaan dan kemanusiaan akan selalu mewarnai dalam setiap pembelajaran dan juga dalam menggali ilmu dan pengetahuan karena ilmu atau pengetahuan yang didapat tidak ditujukan untuk pencapaian material belaka walaupun dalam pendekatannya ilmu pengetahuan sangat dekat dengan hal-hal material dan logika,tetapi dengan pendekatan ruhani dan kemanusiaan pencapaian keberhasilan dan kesuksesan harus melewati batasan-batasan material dan logika yang sifatnya nisbi dan sementara, sedangkan dimensi jiwa adalah nilai yang teramat luhur dan abadi sifatnya.

Pendekatan pembelajaran yang dimulai dari penyusunan perangkat pembelajaran identifikasi nilai-nilai kejiwaan dan ruhani yang nantinya akan mempengaruhi sikap dan prilaku seorang anak tidak bisa hanya dicantumkan untuk memenuhi persyaratan kelengkapan sebuah administrasi semata, nilai-nilai ini penghayatannya harus dimulai oleh guru terlebih dahulu kemudian bisa ditanamkan secara baik dalam kegiatan pembelajaran kepada anak,sehingga bila nilai-ini sudah tertanam pada diri seorang guru apapun yang disampaikankepada anak akan lebih menyentuh dan menginspirasi bagi diri anak tersebut.

Untuk kebutuhan material administarsi pembelajaran dalam bentuk tulisan yang tersusun,diva pendidikan memberikan penawaran untuk dapat digunakan oleh para guru sedangkan penanaman nilai-nilai instrinsik adalah menjadi preogratif guru bersangkutan,silahkan melakukan pemesanan melalui toko online diva pendidikan.